DALIL-DALIL :

Allah Ta’ala berfirman :

وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُم بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan. (Ar-Ruum : 23).

Allah Ta’ala juga berfirman :

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا.

dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, (An-Naba : 9).

Diriwayatkan :

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ ثُمَّ قُلْ اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ … (رواه البخاري)

dari Al Bara’ bin ‘Azib berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudlulah seperti wudlu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu dan ucapkanlah: ALLAHUMMA ASLAMTU WAJHII ILAIKA WA FAWWADLTU AMRII ILAIKA WA ALJA`TU ZHAHRII ILAIKA RAGHBATAN WA RAHBATAN ILAIKA LAA MALJA`A WA LAA MANJAA ILLAA ILAIKA ALLAHUMMA AAMANTU BIKITAABIKALLADZII ANZALTA WANNABIYYIKALLADZII ARSALTA (Ya Allah, aku pasrahkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu,….. (HR.Al-Bukhari (no.239) dan Muslim (no.2710)).

Di Antara Adab-Adab Ketika Hendak Tidur

1. Menutup Pintu Dan Mematikan Api Serta Lampu Sebelum Tidur

Diriwayatkan dari :

عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ إِذَا رَقَدْتُمْ وَغَلِّقُوا الْأَبْوَابَ…. (رواه البخاري)

dari Jabir bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Matikanlah lampu-lampu kalian apabila kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu-pintu rumah kalian,…. (HR. Al-Bukhari (no.5193), Muslim (no.6012), Ahmad (no.13816), at-Tirmidzi (no.1816), Abu Dawud (no.3731), dan Malik (no.1767)).

Dan dalam satu riwayat disebutkan :

ا…وَأَجِيفُوا الْأَبْوَابَ وَأَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ فَإِنَّ الْفُوَيْسِقَةَ رُبَّمَا جَرَّتْ الْفَتِيلَةَ فَأَحْرَقَتْ أَهْلَ الْبَيْتِ. (رواه البخاري)

…..”Tutuplah pintu rumah kalian, dan matikanlah lampu kalian, karena binatang-binatang berbahaya bila datang dapat menarik sumbu lampu sehingga dapat berakibat kebakaran yang menyebabkan terbunuhnya para penghuni rumah.” (Tercantum dalam shahih Al-Bukhari dalam kitab al-Isti’dzan (no.5821)).

Diriwayatkan dari :

عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَتْرُكُوا النَّارَ فِي بُيُوتِكُمْ حِينَ تَنَامُونَ. (رواه البخاري)

dari Salim dari Ayahnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Janganlah kalian meninggalkan api (dalam keadaan menyala) di rumah kalian ketika kalian tidur.” (HR. Al-Bukhari (no.5819), Muslim (no.6293), Ahmad (no.3501), at-Tirmidzi (no.1813), Abu Dawud (no.5246), dan Ibnu Majah (no.3769)).

Al-Qurthubi berkata : Dalam hadits-hadits ini disebutkan bahwa jika seseorang tidur di rumahnya sendirian dan masih ada api yang menyala maka hendaklah ia mematikannya terlebih dahhulu sebelum tidur, atau melakukan sesuatu yang bisa menjami bahwa nyala api tidak akan membakarnya. Demikian juga apabila di rumah tersebut terdapat banyak orang, maka sebagian diantara mereka wajib mematikan lampu ketika hendak tidur, atau yang paling berhak mematikannya adalah yang paling terakhir tidur. Barangisapa yang lalai dalam perkara ini maka dia telah menyelisihi sunnah dan bisa dianggap telah meninggalkan Sunnah. (Fathul Bari (XI/89)).

Adapun tentang perintah menutup pintu-pintu sebelum tidur, diriwayatkan oleh Muslim dari :

عَنْ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ… وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا…. (رواه مسلم)

dari Jabir bin ‘Abdullah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ….dan tutuplah pintu-pintu, serta sebutlah nama Allah, karena sesungguhnya setan tidak akan bisa membuka pintu yang telah telah tertutup….. (Jilid VI (XIII/155)(no.3756)).

Penjelasan : Jika telah aman dari kebakaran dan bahaya lainnya maka tidak mengapa jika tidak mematikan api atau lampu, karena sebab perintah Nabi agar mematikan api serta lampu dalam hadits diatas karena tikus akan menyebabkan nyala api membakar rumah penghuninya, namun apabila sebab tersebut telah hilang maka larangan tersebut pun tertiadakan. Demikian yang dikatakan oleh Imam an-Nawawi. (Syarh Muslim, jilid VI (XIII/156)(no.2015).

2. Berwudhu Sebelum Tidur

Dari :

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ…. (رواه البخاري)

dari Al Bara’ bin ‘Azib berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudlulah seperti wudlu untuk shalat,….. (HR. Al-Bukhari (no.239), Muslim (no.2710), Ahmad (no.18114), at-Tirmidzi (no.3574), dan Abu Dawud (no.5046)).

Wudhu’ yang diperintahkan di sini tidak menunjukkan kewajiban, akan tetapi hanya menunjukkan amalan yang disunnahkan bagi siapa yang hendak tidur. Salah satu riwayat Ahmad menguatkannya. Rasulullah bersabda :

إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ طَاهِرًا…. (رواه أحمد)

“Jika kamu beranjak ke tempat tidurmu (hendak tidur) dalam keadaan suci ,….. (HR. Ahmad (no.17826)).

3. Membersihkan Tempat Tidur Sebelum Merebahkan Badan Di Atasnya

Termasuk dari petunjuk Nabi ketika hendak tidur adalah beliau terlebih dahulu membersihkan tempat tidurnya dengan sarung sebanyak tiga kali sebelum merebahkan badan di atasnya.

Dari :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَنْفُضْ فِرَاشَهُ بِدَاخِلَةِ إِزَارِهِ فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي مَا خَلَفَهُ عَلَيْهِ…. (رواه البخاري)

dari Abu Hurairah dia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seseorang dari kalian hendak tidur, maka hendaklah ia mengibaskan di atas tempat tidurnya dengan bagian dalam kain sarungnya, karena ia tidak tahu apa yang terdapat di atas kasurnya.…..

{dengan bagian dalam sarungnya : maknanya adalah mengibaskan ujung sarungnya yang berada setelah badannya, dan yang berada pada bagian kanannya apabila ia mengenakan sarung. Karena seseorang yang mengenakan sarung akan memulai lipatan sarungnya dari bagian kanan, oleh karena itu bagian inilah yang bersinggungan langsung dengan badannya. Demikian yang disebutkan dalam al-Lisan (XI/240), topik : دخل.

Dan yang semisalnya : (صنفة الثوب) : Bagian dalam pakaiannya, dalam riwayat berikutnya. Maka (صنفة الثوب) yaitu kain yang menempel pada kulit (Lihat Fat-hul Bari (XI/130)).}

Dalam satu riwayat :

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ فِرَاشَهُ فَلْيَنْفُضْهُ بِصَنِفَةِ ثَوْبِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ…. (رواه البخاري)

“Jika salah seorang diantara kalian mendatangi kasurnya (tidur), hendaklah ia mengibaskannya dengan ujung kainnya sebanyak tiga kali,…..

Dalam riwayat Muslim :

فَلْيَأْخُذْ دَاخِلَةَ إِزَارِهِ فَلْيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ وَلْيُسَمِّ اللَّهَ فَإِنَّهُ لَا يَعْلَمُ مَا خَلَفَهُ بَعْدَهُ عَلَى فِرَاشِهِ…. (رواه مسلم)

maka hendaklah ia mengambil alat pembersih untuk membersihkan alas tidurnya dan sebutlah nama Allah, karena ia tidak tahu apa yang terdapat di atas kasurnya setelah dipakai tidur.…..

Dalam riwayat at-Tirmidzi :

إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ عَنْ فِرَاشِهِ ثُمَّ رَجَعَ إِلَيْهِ فَلْيَنْفُضْهُ…. (رواه الترمذي)

Apabila salah seorang diantara kalian bangun dari tempat tidurnya kemudian kembali kepadanya maka hendaknya ia membersihkan….. (HR. Al-Bukhari (no.5845,6844), Muslim (no.4889), Ahmad (no.7752), at-Tirmidzi (no.3323), Abu Dawud (no.5050), Ibnu Majah (no.3784) dan ad-Darimi (no.2684)).

4. Tidur Menghadap Ke Sebelah Kanan Dan Meletakkan Pipi Di Atas Tangan Kanannya

Dari :

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ… (رواه البخاري)

dari Al Bara’ bin ‘Azib berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudlulah seperti wudlu untuk shalat, ….. (Takhrij hadits ini telah disebutkan sebelumnya).

Demikian juga dalam hadits yang diriwayatkan dari :

عَنْ حُذَيْفَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ مِنْ اللَّيْلِ وَضَعَ يَدَهُ تَحْتَ خَدِّهِ…. (رواه البخاري)

dari Hudzaifah radliallahu ‘anhu dia berkata; “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi tempat tidurnya di malam hari, beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya,.…..

Dan dalam riwayat Ahmad disebutkan :

إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ وَضَعَ يَدَهُ تَحْتَ خَدِّهِ…. (رواه أحمد)

Jika seseorang mendatangi tempat tidurnya, letakkanlah tangan kanannya di bawah pipinya….. (HR. Al-Bukhari (no.5839), Ahmad (no.4006), dan selain keduanya, hanya saja tanpa menyebtkan “tangan”).

Tidur dengan berbaring menghadap ke sebelah kanan mengandung beberapa faidah, di antaranya :

  1. Posisi seperti itu akan memudahkannya bangun.
  2. Agar jantung menggantung di sebelah kanan. Dengan demikian hal itu tidak akan menyulitkan (sirkulasi darah) ketika tidur.
  3. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Jauzi : Posisi tidur seperti ini, menurut analisa para ahli kedokteran lebih baik untuk badan. Para ahli kedokteran mengatakan : Hendaklah memulai tidur dengan menghadap ke sisi kanan, kemudian setelah itu boleh berbalik ke sisi kiri. (Fat-hul Bari (XI/113)).

Bersambung ke poin no.5 bag.a-k.

Digubah dan diringkas secara bebas oleh ustadz Abu Nida Chomsaha Shofwan, Lc., dari buku Kitabul ‘Adab karya Fuad bin Abdil Aziz asy-Syalhub.