AL BAQARAH : 201

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Terjemah :
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa : Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.
Tafsir :
Di antara manusia ada orang-orang yang beriman, mereka berdoa : Ya Allah berikanlah kepada kami keselamatan, rizki, ilmu yang bermanfaat, amal shalih dan perkara-perkara dunia dan agama lainnya di dunia ini. Dan berikanlah surga kepada kami di akhirat, jagalah kami dari siksa api neraka. Doa ini termasuk doa yang paling komprehensif, dari sini maka Nabi sering menucapkannya, sebagaimana hal tersebut diriwayatkan dalam ash-Shahihain.

AL BAQARAH : 202

أُولَٰئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا ۚ وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ
Terjemah :
Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
Tafsir :
Orang-orang yang mengucapkan doa di atas meraih pahala yang besar disebabkan oleh amal-amal shalih yang mereka kerjakan. Allah adalah pemilik hisab yang cepat, menghitung amal hamba-hamba-Nya dan membalas mereka atasnya.

AL BAQARAH : 203

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ لِمَنِ اتَّقَىٰ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Terjemah :
Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.
Tafsir :
Berdzikirlah dengan tasbih dan takbir di hari-hari yang tidak banyak, yaitu hari-hari tasyriq, sebelas, dua belas dan tiga belas Dzul Hijjah. Barangsiapa yang tergesa-gesa dan hendak meninggalkan Mina sebelum terbenam matahari di hari kedua belas setelah melempar jamarat, maka tiada dosa atasnya. Namun barangsiapa yang menunda dengan bermalam di Mina sehingga bisa melempar jamarat di hari ketiga belas, maka tiada dosa atasnya bagi siapa yang bertakwa kepada Allah dalam hajinya. Menunda lebih utama, karena ia termasuk berbekal dengan ibadah dan juga meneladani perbuatan Nabi. Takutllah kalian wahai kaum muslimin kepada Allah dan hendaknya kalian merasakan pengawasan-Nya di segala perbuatan kalian. Ketahuilah bahwa kalian akan kembali kepada-Nya semata, kalian akan dibangkitkan setelah kematian untuk di hisab dan dibalas.

AL BAQARAH : 204

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَىٰ مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ
Terjemah :
Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.
Tafsir :
Perkataan fasih sebagian manusia, yaitu orang-orang munafik, menakjubkanmu wahai Rasul, padahal dengan perkataan tersebut mereka hendak mendapatkan bagian dunia bukan akhirat. Dia berani bersumpah dengan menyebut nama Allah sebagai saksi atas apa yang ada didalam hatinya bahwa dia mencintai Islam. Apa yang dilakukannya tersebut merupakan kelancangan yang luar biasa terhadap Allah, padahal yang bersangkutan sangat memusuhi dan membenci Islam dan kaum muslimin.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Jarir meriwayatkan dari as-Suddi, ia berkata : Ayat ini turun pada Akhnas bin Syuraiq, dia datang kepada Nabi dan menampakkan Islam sehingga Nabi dibuat kagum oleh ucapannya, kemudian dia keluar dari sisi Nabi dan pergi meninggalkan Madinah. Ketika dia melewati tanaman dan keledai milik orang-orang muslim, dia membakar tanaman dan menyembelih keledai mereka, maka Allah menurunkan ayat 204 ini.

AL BAQARAH : 205

وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ
Terjemah :
Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.
Tafsir :
Bila yang bersangkutan keluar dari sisi-mu wahai Rasul, dia berusaha dengan giat dan rajin untuk membuat kerusakan di muka bumi, merusak kebun-kebun masyarakat dan membunuh ternak-ternak mereka, dan Allah tidak menyukai kerusakan.

Dikutip dari kitab Tafsir Al-Muyassar Jilid 1, Penulis Syaikh Bakar Abu Zaid, Penerbit : An-Naba’.